.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.
.
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan apa kabar
.
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
.
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
.
Lelah dan lelah dan lelah..
.
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
.
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya apakah aku cukup pantas?
.
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
.
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
.
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan, lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan,
.
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
.
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
.
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
.
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
.
Namun itu pula yang saya rasakan selama ini
.
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
.
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan Aku mencintaimu
.
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan aku baik baik saja
.
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.
.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
.
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
.
Bahwa mencintai seseorang itu seperti memanggul sebuah salib.
.
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
.
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
.
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
.
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
.
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
.
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
.
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
.
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
.
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja
.
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
.
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
.
Semoga saya bisa.
.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
.
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
.
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
.
Saya sadar ini adalah sebuah salib yang harus saya pikul.
.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
.
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
.
Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam









--
Moi, C' est Pas Le Meilleur Person
CLICK HERE TO FIND YOURS
--
Moi, C' est Pas Le Meilleur Person
I took this new free iQ quiz my friend showed me. you should check it out. just CLICK HERE TO TAKE THE FREE IQ TEST
--
Moi, C' est Pas Le Meilleur Person
--
*pontianakdeviant*Wonderful-World*Black-White-Club
*Ex-po-zure=Digital-Art-Club~Nikonist
*PhotographersClub~Photography-Frenzy*SkyAndNatureClub*OrangeClub*Everything-Nikon
--
[link]
--
--
[I would love to change the world, but they won't give me the source code]
--
Previous Page1234Next Page